9 Januari 2011 - 20:30

Imam Jum'at Syahrastan Iran dalam khutbahnya mengatakan, "Shalat 5 waktu yang dilaksanakan secara berjama'ah ibarat perhiasan ataupun wewangian bagi umat Islam."

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Mikail Muqaddas dalam ceramahnya menyampaikan bahwa penyelenggaraan shalat berjama'ah adalah bukti adanya kesatuan hati dan persatuan di kalangan umat. "Adalah suatu kemestian setiap harinya, masjid-masjid yang ada disesaki oleh jama'ah yang sedang shalat berjama'ah. Suasana yang demikian akan menjadikan musuh-musuh Islam menjadi ciut nyalinya, karena melihat langsung bentuk kebersamaan dan persatuan umat Islam."

"Shalat berjama'ah di masjid sangat banyak faedahnya, bukan hanya mempererat kebersamaan dan persaudaraan namun juga mendapat ilmu-ilmu syar'i baru setiap harinya, sebab setiap selesai shalat biasanya ada penyampaian hukum-hukum syar'i secara singkat oleh ustad-ustad kita. Sebaik-baik tempat untuk mendidik dan membina umat Islam adalah di masjid dan mushallah." Tegasnya.

Beliau kembali melanjutkan, "Jika anak-anak dan generasi muda kita, kita didik dan latih untuk shalat berjama'ah di masjid sejak dini, maka di masa yang akan datang kita tidak perlu khawatir terhadap pertumbuhan jiwa dan kekuatan imannya."

Di penghujung ceramahnya beliau menyatakan bahwa masjid-masjid yang dipenuhi oleh jama'ah menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar masjid tersebut adalah orang-orang yang sehat imannya, yang senang terhadap kebersamaan dan persatuan. Hal inilah yang menurutnya menjadi poin terpenting dalam terwujudnya persatuan umat Islam dalam skala yang lebih luas.